Seksi Operasi dan Pengawasan


 

TUPOKSI :

Kepala Seksi operasi dan pengawasan dipimpin oleh seorang kepala yang berkedudukan dibawah dan bertanggung Jawab Kepada Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan tugas menyusun Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan rencana operasi dan pengawasan lalu lintas. yang dijabarkan ke dalam 27 (dua puluh tujuh) fungsi, yaitu:

  1. penyiapan bahan-bahan materi rapat serta perangkat peraturan yang diperlukan di bidang operasi pengawasan dan parker;
  2. pemberian bimbingan, pengarahan dan petunjuk teknis di bidang tugas kepada bawahan;
  3. penyusunan kegiatan penyelenggaraan operasi dan pengawasan LLAJ berdasarkan peraturan perundang-undangan dan Kebijaksanaan Bupati;
  4. pelaksanaan operasi dan pengawasan LLAJ secara berkala;
  5. pengaturan dan menentukan mekanisme operasi dan pengawasan LLAJ meliputi Batas wilayah operasi dan pengawasan, Pengaturan teknis operasi dan pengawasan dan Pembatasan operasi dan pengawasan;
  6. pelaksanaan pendataan dibidang operasi dan pengawasan dan memberikan laporan secara periodik;
  7. pelaksanaan evaluasi dan membuat laporan realisasi pelaksanaan tugas dibidang operasi dan pengawasan;
  8. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dan antar unit kerja di lingkungan dinas dalam pelaksanaan tugas agar ada keterpaduan;
  9. pelaksanaan inventarisasi jaringan operasi dan pengawasan;
  10. pendataan dan melakukan pemetaan jaringan operasi dan pengawasan;
  11. pelaksanaan pendataan peralatan operasi dan pengawasan lalu lintas;
  12. pembuatan, memelihara dan merenovasi perangkat operasi dan pengawasan;
  13. penginventarisiran ruas jalan dan lokasi sasaran operasi dan pengawasan;
  14. pemantauan dan mengawasi setiap pelanggaran dalam melaksanakan operasi dan pengawasan;
  15. penyusunan Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan operasional dan pengawasan;
  16. pelaksanaan bimbingan, penyuluhan pada pelaksanaan operasi dan pengawasan menumbuhkan budaya tertib lalu lintas;
  17. pelaksanaan kerja sama dengan media cetak/elektronik dibidang bimbingan keselamatan lalu lintas;
  18. pelaksanaan pemantauan penelitian terhadap prilaku sosial masyarakat dalam berlalu lintas;
  19. pelaksanaan pengkajian terhadap masalah pelanggaran lalu lintas;
  20. pelaksanaan pendataan setiap pelanggaran lalu lintas;
  21. pemberian bimbingan dan penanggulangan, pencegahan kecelakaan lalu lintas;
  22. pemberian pertimbangan dan saran kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dibidang tugasnya; dan
  23. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
  24. pelaksanaan penelitian lapangan guna menentukan tingkat teknik keselamatan pengguna jalan.
  25. penetapan pengaturan, sistem dan mekanisme tingkat keselamatan dan pergerakan kendaraan;
  26. pelaksanaan evaluasi dan membuat laporan realisasi pekerjaan di bidang tugas;
  27. Membangun dan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait (kepolisian dan pengadilan).