Kepala Bidang Angkutan


 

TUPOKSI :

Bidang Angkutan dipimpin seorang Kepala yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala Dinas melalui Sekretaris dengan tugas merumuskan kebijaksanaan teknis, pemberian bimbingan dan pembinaan, menyelenggarakan, mengelola, menyusun perencanaan dibidang angkutan orang, barang, angkutan khusus dan angkutan sungai. yang dijabarkan ke dalam 15 (lima belas) fungsi :

  1. penyiapan bahan-bahan/materi perangkat peraturan dibidang angkutan jalan sungai dan danau sebagai pedoman melaksanakan tugas;
  2. pemberian bimbingan, arahan dan petunjuk teknis dibidang tugasnya kepada bawaan;
  3. perumusan program kerja pelaksanaan angkutan orang, barang dan angkutan khusus sungai dan danau agar berjalan dengan sukses;
  4. pengoordinasian pelaksanaan kegiatan angkutan orang barang dan angkutan khusus sungai dan danau sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;
  5. penyiapan rumusan-rumusan peraturan perundang-undangan serta keputusan kepala daerah tentang bidang tugasnya;
  6. penyusunan dan menetapkan trayek angkutan orang, barang, angkutan khusus dan angkutan sungai;
  7. pelaksanaan analisa terhadap rasio penumpang dengan kendaraan  yang harus disediakan guna  keperluan angkutan orang/penumpang dan barang;
  8. penyiapan surat-surat dan rekomendasi yang diperlukan untuk menetapkan tarif trayek angkutan orang atau barang baik melalui darat maupun sungai;
  9. pemantauan/pengawasan terhadap pelaksanaan tarif angkutan penumpang dan barang yang telah ditetapkan agar berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku;
  10. pimpinan pelaksanaan program pembangunan dan pemeliharaan alur sungai di kabupaten;
  11. penetapan jaringan trayek sungai kabupaten dan pemberian izin penggunaan jaringan lintas sungai kabupaten;
  12. pembinaan dan pengaturan sistim pelaksanaan angkutan orang, barang angkutan khusus dan angkutan sungai;
  13. pengevaluasian kegiatan dibidang tugas penyelenggaraan angkutan orang, barang dan angkutan khusus sungai dan danau untuk mengetahui realisasi pelaksanaan program;
  14. pembuatan laporan secara tertulis atau lisan kepada atasan sebagai pertanggungjawaban; dan
  15. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.