Sejarah Singkat


GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN ROKAN HULU

 

ABE_1506

Keterpaduan antar moda transportasi di Kabupaten Rokan Hulu merupakan prasyarat utama dalam pembentukan struktur ruang dan pemerataan perkembangan wilayah. Posisi strategis Kabupaten Rokan Hulu memperkuat kepentingan terbentuknya keterpaduan antar moda transportasi, termasuk intregasi moda transportasi yang melayani jarak jauh, kapasitas massal, angkutan berat, kecepatan tinggi, dan biaya angkutan yang rendah. Keterpaduan antar moda transportasi membutuhkan dukungan pusat-pusat, terminal, dan fasilitas lainnya bagi barang dan penumpang yang diwakili oleh keberadaan terminal, bandara dan sarana angkutan sesuai dengan fungsi masing-masing.

Posisi geografis Rokan Hulu menjadikan sebagai jalur lintasan bagi pergerakan barang, jasa dan orang, arah Utara dengan Sumatera Utara, arah Barat dengan Sumatera Barat, arah Timur dengan dengan Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir dan arah selatan dengan Kabupaten Kampar. Untuk itu diperlukan perkuatan struktur jaringan jalan, keterpaduan moda transportasi, serta kualitas prasarana dan pelayanannya yang memadai. Serta Peningkatan dan pemeliharaan jalan pada seluruh jaringan. Untuk pergerakan jarak jauh, berat, dan massal. Dalam Perspektif pembangunan Rokan Hulu pada jangka panjang sebagai bagian dari pembangunan regional dan nasional, maka jaringan alternatif juga perlu dipertimbangkan, terutama dikaitkan dengan angkutan produk – produk pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya.

Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian, memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pentingnya transportasi tersebut tercermin pada semakin meningkatnya kebutuhan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari suatu wilayah ke wilayah lain.

Perkembangan transportasi yang ditata dalam satu kesatuan sistem, dilakukan dengan mengintegrasikan dan mendinamisasikan unsur-unsur yang terdiri dari jaringan transportasi jalan, kendaraan serta pengemudinya, peraturan - peraturan, prosedur dan metode sedemikian rupa sehingga terwujud suatu totalitas yang utuh, berdayaguna dan hasil guna. Untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang optimal, di samping harus ditata dengan moda transportasi laut, udara, lalu lintas dan angkutan jalan yang mempunyai kesamaan wilayah pelayanan di daratan dengan kereta api, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, maka perencanaan dan pengembangannya perlu ditata dalam suatu kesatuan sistem secara tepat, serasi, seimbang, terpadu dan sinergik antara satu dengan lainnya.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh karena Rokan Hulu merupakan Kabupaten baru yang dimekarkan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Sengingi dan Kota Batam sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008, tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999.

Selain sebagai Kabupaten baru juga dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sumber daya alamnya. Pembangunan daerah Kabupaten Rokan Hulu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diberbagai aspek kehidupan, untuk mencapai tujuan dimaksud Pemerintah Daerah telah menetapkan landasan, arah dan kebijakan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2016-2021 yang telah disahkan, sebagai acuan Pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan tahunan/Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam rangka melaksanakan pembangunan daerah yang berkesinambungan.